Tidak ada kesuksesan tanpa ada perjuangan, begitu panjang dan berat rintangan yang harus dihadapi. Pantang menyerah ! demikianlah kata yang harus anda ikuti. Kondisi buruk dan tidak menyenangkan adalah bagian dari kehidupan yang harus dibayar guna mencapai kesuksesan. Mengapa orang sering merasa gagal dan tidak berhasil ?
1. Tidak adanya rasa percaya diri.
Orang yang kurang percaya diri menilai dirinya tidak mampu, tidak berharga dan merasa tidak sehebat orang lain. Oleh karenanya agar mereka terlihat lebih baik dari orang lain, ia cenderung bersikap eksesif atau menilai orang lain dari kelemahannya dan menarik diri dari pergaulan bebas, cepat sekali merasa down apabila mendapat ejekan, cemoohan atau diremehkan orang lain.
2. Pengaruh lingkungan.
Karakter negatif ataupun positif sangat mudah ditularkan, orang yang terbiasa dalam linkungan positif cenderung memiliki karakter positif, begitu pula sebaliknya.
Karakter positif adalah karakter dimana ditunjukkan dalam sikap pantang menyerah dan selalu menghadapi segala sesuatu dengan sikap, pandangan dan respon positif pula. Syarat mutlak bagi tercapainya keberhasilan ! Bangun karakter positif anda dengan beberapa cara dibawah ini ~
1. Sadari dalam diri anda bahwa karakter positif akan membangun diri anda dari dalam dan ini begitu penting sekali, sedangkan karakter negatif akan merusaknya.
2. Menahan diri dari tidak reaktifjika menghadapi hal yang kurang menyenangkan, berfikir tenang dan sabar.
3. Ambil makna positif disetiap peristiwa yang anda alami.
4. Belajar menerima kenyataan yang tidak menyenangkan sebagai fakta yang selalu terjadi.
5. Mendekatkan diri kepada tuhan, aktifitas dan kegiatan sehari- hari harus dimulai dengan doa dan ditutup dengan doa pula.
6. Hindari kebiasaan memojokkan dan menilai orang lain dari kekurangannya, sekalipun anda sedang bercanda I bermain.
7. Banyaklah bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter positif agar andapun cenderung berfikiran positif dan optimis.
Begitu berguna dan bermanfaat jika anda bisa membangun karakter positif dalam kehidupan, diantaranya adalah ~
1. Jiwa anda selalu damai, tidak terbebani dengan kesedihan, frustasi, kebencian, kemarahan dan rendah diri.
2. Anda bisa mencari alternatifjalan keluar yang terbaik atas peristiwa yang anda alami.
3. Anda tidak mudah menyalahkan orang lain sebagai biang permasalahan.
4. Hubungan interpersonal tidak tertanggu karena anda cenderung menghindari sikap bermusuhan dengan pihak lain.
5. Anda lebih terbuka terhadap semua peristiwa baik peristiwa menyenangkan maupun tidak.
Selasa, 05 Mei 2009
Kenali Ciri-ciri Pemimpin Berprinsip
Apakah pemimpin Anda di kantor tergolong pemimpin yang berprinsip? Lalu bagaimana caranya Anda bisa mengetahui pemimpin Anda berprinsip atau tidak? Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, ‘Seven Habits of Highly Effective People’, dalam bukunya yang lain ‘Principle Centered Leadership’, menggambarkan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.
Nah nggak ada salahnya jika Anda mengetahui ciri pemimpin yang berprinsip. Dengan demikian, paling tidak Anda akan mengetahui apakah pemimpin Anda merupakan orang yang berprinsip atau tidak. Berikut delapan ciri pemimpin berprinsip ala Covey:
Terus belajar
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
Berorientasi pada pelayanan
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
Memancarkan energi positif
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.
Mempercayai orang lain
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
Hidup seimbang
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
melihat hidup sebagai sebuah petualangan
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.
Sinergistik
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.
Berlatih untuk memperbarui diri
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
Kini coba Anda bandingkan ciri di atas dengan pemimpin Anda sendiri. Apakah sama persis, mendekati, atau tidak sama sekali? Namun bagaimanapun adanya pemimpin Anda terlepas dari ia berprinsip atau tidak, Anda tentu sudah mengetahui cara berhadapan dengannya bukan?
Nah nggak ada salahnya jika Anda mengetahui ciri pemimpin yang berprinsip. Dengan demikian, paling tidak Anda akan mengetahui apakah pemimpin Anda merupakan orang yang berprinsip atau tidak. Berikut delapan ciri pemimpin berprinsip ala Covey:
Terus belajar
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
Berorientasi pada pelayanan
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
Memancarkan energi positif
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.
Mempercayai orang lain
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
Hidup seimbang
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
melihat hidup sebagai sebuah petualangan
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.
Sinergistik
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.
Berlatih untuk memperbarui diri
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
Kini coba Anda bandingkan ciri di atas dengan pemimpin Anda sendiri. Apakah sama persis, mendekati, atau tidak sama sekali? Namun bagaimanapun adanya pemimpin Anda terlepas dari ia berprinsip atau tidak, Anda tentu sudah mengetahui cara berhadapan dengannya bukan?
Minggu, 03 Mei 2009
Membangun jiwa yang berkarakter
Kriteria Bersaing di Dunia Kerja
Karakter seperti apa yang dinilai PENTING oleh Dunia Kerja..? inilah rangking 10 karakter dalam Era Globalisasi:
1. Mau bekerja keras.
2. Kepercayaan diri tinggi.
3. Mempunyai Visi kedepan.
4. Bisa bekerja dalam Tim.
5. Memiliki kepercayaan matang.
6. Mampu berpikir analitis.
7. Mudah beradaptasi.
8. Mampu bekerja dalam tekanan.
9. Cakap berbahasa Inggris.
10. Mampu mengorganisasi pekerjaan .
Ini beberapa points dari kriteria yang bisa menaikkan prestasi di dunia kerja. Perkembangan teknologi yang pesat ditambah populasi jumlah penduduk tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja memadai, membuat persaingan didunia kerja dan lahan bisnis begitu ketat. Dibutuhkan individu-individu yang berkualitas agar mampu bersaing dan unggul di era globalisasi. Mau ataupun tidak kita tetap termasuk dari bagian persaingan bebas, dan pada akhirnya kita harus mampu memenagkan persaingan .
Ciri-Ciri Orang Kreatif
1. Kuatnya motivasi untuk berprestasi. Sangat bergairah untuk meningkatkan dan memenuhi standart keunggulan. Menetapkan sasaran yang menantang dan berani mengambil resiko yang diperhitungkan . Mencari informasi optimal untuk mengurangi ketidakpastian, dengan cara mencari alternatif yang terbaik, tekun belajar untuk meningkatkan kinerja.
2. Orang penuh komitmen yaitu setia pada visi dan sasaran yang hendak dicapai,baik baik misi pribadi ,kelompok ataupun perusahaan. Mempunyai prinsip yang kuat dan disiplin pribadi yang bernilai tinggi. Sehingga royal terhadap visi dan misi yang diemban demi kepentingan yang lebih luhur. Tidak royal pada orang-orang tertentu.
3. Mempunyai Inisiatif dan Optimisme yang unggul . Dua kecakapan kembar yang menggerakan naluri seseorang untuk menangkap peluang yang ada. Otaknya berfikir, nalurinya tajam melihat perubahan dan perkembangan yang ada serta anggota tubuh selalu bergerak agar resiten terhadap gejolak yang ada di sekitar lingkungan. Sehingga antisipasi kegagalan dapat dilakukan sedini mungkin.
4. Orang yang kreatif berfikir divergen. Melihat sesuatu dibalik yang tampak, tidak mudah hanyut terpegaruh keadaan. Karena itu mampu berfikir abstrak( abstraktif thinking).
5. Orang kreatif membiasakan mencari alternatif-alternatif . Melakukan kegiatan mental yang bersikap perenungan , mencari jawaban dan jalan keluar dari masalah-masalah secara terus-menerus, untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik dari kondisi yang ada. tak ingin berhenti pada suatu kondisi yang permanen dan kemapanan yang telah ia raih.
Karakteristik Kreatif
Beberapa tahapan untuk mencapai karakteristik sebagai orang yang kreatif yang perlu pertimbangkan dalam pengembangan daya kreatifitas sebagai berikut :
1. Keterbukaan atau transparansi.
Kemampuan untuk mendengar sehingga menerima segala inspirasi baru. Untuk itu diperlukan kecakapan untuk mengendalikan pembicaraan dan komunikasi yang baik . Rendah hati dalam menerima pendapat (mampu memposisikan diri menjadi good listener).
2. pengendapan.
Sebagai akibat dari sikap transparansi tadi akan merangsang alam bawah sadar kita untuk meneliti kekayaan dan keyakinan bathinyang lebih kuat dan medalam . Sehingga kemampuan untuk menyerap mengembangkan nilai estetika yang akan disampaikan.
3. Reproduksi .
Kemampuan untuk mengumpulkan dan mengolah data-data yang ada , sehingga mampu menyempurnakan hasil yang lebih orisinil dan bermutu. untuk mencapai tingkat ini diperlukan kecakapan mengolah data dengan metode yang telah berkembang , baik metode ilmiah ataupun metode terapan.
4. Evaluasi.
Kemampuan untuk memanggil batinnya (good mood ) untuk menyempurnakan ekspresi dan lmajinasi yang telah tertuang dalam karya yang nyata. Meneliti dan mengkaji ulang secara terus menerus untuk mendapatkan inovasi yang mungkin dapat dikembangkan.
5.Pengembangan diri.
jiwa yang memiliki keharuan (novelty) untuk menghayati karya cipta . mampu membaca secara psikologi dari sebuah karya cipta yang berkualitas tanpa mengesampingkan ciri-ciri asli dari sebuah temuan baru.
Arti Pentingnya Waktu
Waktu ibarat sehelai kertas kehidupan yang harus dilukiskan dengan kata ditulis dengan deretan kalimat, kerja dan prestasi ( kreasi nyata yang bernilai ). Waktu yang berlalu tak akan pernah kembali, tiap detik adalah bernilai emas, tiap saat berkreasi untuk menghasilkan ssesuatu yang lebih baik kalau bisa yang terbaik. Agar mampu mencapai puncak prestasi.
Waktu yang berlalu adalah masa lampau, sedang masa lampau adalah sesuatu yang paling jauh dengan kita karena tak mungkin terulang lagi. Efisiensi waktu untuk mencapai tujuan lebih penting . Dalam keseharianya kegiatan apa yang kita selesaikan untuk menyempurnakan kekurangan hari kemarin. Maka dalam satu tahun bisa menulis hal yang pernah kita lakukan sekaligus mengoreksi kesalahan dan kelemahan masa lampau.
Dalam kurun waktu satu tahun kita bisa menyelesaikan satu jilid buku yang bertemakan dan berjudul tentang pribadi masing-masing. Buku 1 jilid itu terdiri dari :
A. 12 bab, tiap bulan 1 bab )
B. 1 bab terdapat kurang lebih 30 halaman
C. 1 halaman terdapat minimal 20 baris
D. 1 tahun terdapat 365 halaman
Jadi tiap tahun bisa menulis sebanyak 365 x 20=7.300 baris,
tiap baris terdiri dari 10 kata maka total tulisan pertahun adalah 73.000 kata. Suatu jumlah yang signifikan yang bisa berisikan tentang pengalaman:
~ membaca dan mempelajari suatu tema.
~ kerjasama dan persaingan bisnis.
~ seminar, dialog, diskusi problem pribadi, sosial atau keagamaan.
~ pengamatan momen - momen yang terjadi disekitar kita.
Atau kita bermalas - malasan dan sakit - sakitan tanpa ada yang dapat kita lakukan untuk keluarga, teman , tetangga dan lingkungan yang lebih luas. Hanya memikirkan kepentingan pribadi , egois serta menurut ambisi pribadinya. Tanpa mau memikirkan bagaimana bisa berbuat dan mempersembahkan yang terbaik bagi orang lain apalagi untuk agama dan bangsa ini yang membutuhkan manusia - manusia berkualitas ,tangguh dan tabah dengan ujian serta musibah yang silih berganti menimpa bumi kita.
Menambah Daya Kreatif dan Inovasi
Hal- hal positif yang dapat mempengaruhi daya kreatif dan inovasi seseorang di era globalisasi:
1. Banyak membaca dan menulis .
Milikilah perpustakan pribadi di rumah, walaupun banyak membutuhkan biaya tapi yakinlah bahwa memiliki dan membaca buku banyak faedah dan manfaatnya. Sehingga tiada hari tanpa membaca .
2. Banyak diskusi dan bertanya.
Cari dan miliki teman dari perbagai disiplin keilmuan,banyak bergaul dengan mereka . Ajak mereka untuk berdialog tentang suatu permasalahan yang sesuai dengan bidang yang mereka kuasai, Sehingga anda mendapat nilai -nilai baru dan unggul dari mereka. Terus dapatkan dan cari masukan pada hal-hal yang berguna bagi perbendaharaan ide-ide yang sedang dirintis dan anda cita-citakan.
3. Banyak studi banding .
Dengan mengunjungi tempat-tempat baru untuk menambah wawasan dan inspirasi baru. Dengan mangikuti seminar,Pelatihan ataupun kajian sebagai sarana pembelajaran. Inspirasi penting bagi menemukan dan membuka visi baru yang lebih mapan dan mantap.
4. Banyak merenung (tafakur ).
Bangun ditengah malam lalu berwudhu , basuhlah anggota badan sesuai dengan tatacara berwudhu yang benar, sholat dan dzikir serta berdo`a agar memperoleh pengampunan dari dosa-dosa yang bisa menutup mata hati kita. Berdo`alah agar mendapat petunjuk menemukan jati diri yang hilang , sehingga terbuka pikiran kita untuk menggali ide-ide dan inspirasi yang masih ghoib karena kita tak pernah mencari dan meminta dengan sepenuh hati kepada Sang Maha Pencipta. Apa yang kita inginkan harus sesuai dengan pola berpikir dan perbuatan sehari- hari tidak bertolak belakang dengan hukum-hukum ILAHI.
Prinsip- Prinsip Melayani
Prinsip yang perlu diterapkan ketika seseorang menjadi pengusaha terutama dalam masalah pelayanan terhadap mum atau public, yang sangat sensitif karena menyangkut karakter dan perwatakan makhluk sosial yang beraneka ragam. Prinsip- prinsip melayani tersebut antara lain :
1. Harus ada rasa cinta dan semangat untuk melayani . memunculkan nilai-nilai kemanusiaan sehingga orang yang kita layani puas dan suatu saat membutuhkan kita kita lagi , tanpa kita sadari telah membentuk pelanggan yang pada akhirnya menguntungkan usaha.
2. Memberi dahulu dan anda akan menerima. orang yang mendapat pelayanan baik tentu akan mengingat kepuasan tersebut , kemudian ia akan memberi timbal balik yang lebih karena kepuasan pelayanan.taau dengan istilah ROSE ( Return On Service Excellent ).
3. Mengerti orang lain dulu sebelum anda melayani . kita pahami dulu karakter seseorang sambil kita beri pengertian tentang barang- barang atau jasa yang kita tawarkan.
4. Bahagiakan dan beri kepuasan orang lain dulu kelak akan menerima kebahagian dan kepuasan yang diharapkan.
5. Menghargai orang lain dulu sebagaimana anda ingin dihargai.
6. Lakukan empati yang sangat mendalam dan tumbuhkan sinergi . Sehingga akan berkesan dan membekas pada pikiran orang yang kita layani.
Karakter seperti apa yang dinilai PENTING oleh Dunia Kerja..? inilah rangking 10 karakter dalam Era Globalisasi:
1. Mau bekerja keras.
2. Kepercayaan diri tinggi.
3. Mempunyai Visi kedepan.
4. Bisa bekerja dalam Tim.
5. Memiliki kepercayaan matang.
6. Mampu berpikir analitis.
7. Mudah beradaptasi.
8. Mampu bekerja dalam tekanan.
9. Cakap berbahasa Inggris.
10. Mampu mengorganisasi pekerjaan .
Ini beberapa points dari kriteria yang bisa menaikkan prestasi di dunia kerja. Perkembangan teknologi yang pesat ditambah populasi jumlah penduduk tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja memadai, membuat persaingan didunia kerja dan lahan bisnis begitu ketat. Dibutuhkan individu-individu yang berkualitas agar mampu bersaing dan unggul di era globalisasi. Mau ataupun tidak kita tetap termasuk dari bagian persaingan bebas, dan pada akhirnya kita harus mampu memenagkan persaingan .
Ciri-Ciri Orang Kreatif
1. Kuatnya motivasi untuk berprestasi. Sangat bergairah untuk meningkatkan dan memenuhi standart keunggulan. Menetapkan sasaran yang menantang dan berani mengambil resiko yang diperhitungkan . Mencari informasi optimal untuk mengurangi ketidakpastian, dengan cara mencari alternatif yang terbaik, tekun belajar untuk meningkatkan kinerja.
2. Orang penuh komitmen yaitu setia pada visi dan sasaran yang hendak dicapai,baik baik misi pribadi ,kelompok ataupun perusahaan. Mempunyai prinsip yang kuat dan disiplin pribadi yang bernilai tinggi. Sehingga royal terhadap visi dan misi yang diemban demi kepentingan yang lebih luhur. Tidak royal pada orang-orang tertentu.
3. Mempunyai Inisiatif dan Optimisme yang unggul . Dua kecakapan kembar yang menggerakan naluri seseorang untuk menangkap peluang yang ada. Otaknya berfikir, nalurinya tajam melihat perubahan dan perkembangan yang ada serta anggota tubuh selalu bergerak agar resiten terhadap gejolak yang ada di sekitar lingkungan. Sehingga antisipasi kegagalan dapat dilakukan sedini mungkin.
4. Orang yang kreatif berfikir divergen. Melihat sesuatu dibalik yang tampak, tidak mudah hanyut terpegaruh keadaan. Karena itu mampu berfikir abstrak( abstraktif thinking).
5. Orang kreatif membiasakan mencari alternatif-alternatif . Melakukan kegiatan mental yang bersikap perenungan , mencari jawaban dan jalan keluar dari masalah-masalah secara terus-menerus, untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik dari kondisi yang ada. tak ingin berhenti pada suatu kondisi yang permanen dan kemapanan yang telah ia raih.
Karakteristik Kreatif
Beberapa tahapan untuk mencapai karakteristik sebagai orang yang kreatif yang perlu pertimbangkan dalam pengembangan daya kreatifitas sebagai berikut :
1. Keterbukaan atau transparansi.
Kemampuan untuk mendengar sehingga menerima segala inspirasi baru. Untuk itu diperlukan kecakapan untuk mengendalikan pembicaraan dan komunikasi yang baik . Rendah hati dalam menerima pendapat (mampu memposisikan diri menjadi good listener).
2. pengendapan.
Sebagai akibat dari sikap transparansi tadi akan merangsang alam bawah sadar kita untuk meneliti kekayaan dan keyakinan bathinyang lebih kuat dan medalam . Sehingga kemampuan untuk menyerap mengembangkan nilai estetika yang akan disampaikan.
3. Reproduksi .
Kemampuan untuk mengumpulkan dan mengolah data-data yang ada , sehingga mampu menyempurnakan hasil yang lebih orisinil dan bermutu. untuk mencapai tingkat ini diperlukan kecakapan mengolah data dengan metode yang telah berkembang , baik metode ilmiah ataupun metode terapan.
4. Evaluasi.
Kemampuan untuk memanggil batinnya (good mood ) untuk menyempurnakan ekspresi dan lmajinasi yang telah tertuang dalam karya yang nyata. Meneliti dan mengkaji ulang secara terus menerus untuk mendapatkan inovasi yang mungkin dapat dikembangkan.
5.Pengembangan diri.
jiwa yang memiliki keharuan (novelty) untuk menghayati karya cipta . mampu membaca secara psikologi dari sebuah karya cipta yang berkualitas tanpa mengesampingkan ciri-ciri asli dari sebuah temuan baru.
Arti Pentingnya Waktu
Waktu ibarat sehelai kertas kehidupan yang harus dilukiskan dengan kata ditulis dengan deretan kalimat, kerja dan prestasi ( kreasi nyata yang bernilai ). Waktu yang berlalu tak akan pernah kembali, tiap detik adalah bernilai emas, tiap saat berkreasi untuk menghasilkan ssesuatu yang lebih baik kalau bisa yang terbaik. Agar mampu mencapai puncak prestasi.
Waktu yang berlalu adalah masa lampau, sedang masa lampau adalah sesuatu yang paling jauh dengan kita karena tak mungkin terulang lagi. Efisiensi waktu untuk mencapai tujuan lebih penting . Dalam keseharianya kegiatan apa yang kita selesaikan untuk menyempurnakan kekurangan hari kemarin. Maka dalam satu tahun bisa menulis hal yang pernah kita lakukan sekaligus mengoreksi kesalahan dan kelemahan masa lampau.
Dalam kurun waktu satu tahun kita bisa menyelesaikan satu jilid buku yang bertemakan dan berjudul tentang pribadi masing-masing. Buku 1 jilid itu terdiri dari :
A. 12 bab, tiap bulan 1 bab )
B. 1 bab terdapat kurang lebih 30 halaman
C. 1 halaman terdapat minimal 20 baris
D. 1 tahun terdapat 365 halaman
Jadi tiap tahun bisa menulis sebanyak 365 x 20=7.300 baris,
tiap baris terdiri dari 10 kata maka total tulisan pertahun adalah 73.000 kata. Suatu jumlah yang signifikan yang bisa berisikan tentang pengalaman:
~ membaca dan mempelajari suatu tema.
~ kerjasama dan persaingan bisnis.
~ seminar, dialog, diskusi problem pribadi, sosial atau keagamaan.
~ pengamatan momen - momen yang terjadi disekitar kita.
Atau kita bermalas - malasan dan sakit - sakitan tanpa ada yang dapat kita lakukan untuk keluarga, teman , tetangga dan lingkungan yang lebih luas. Hanya memikirkan kepentingan pribadi , egois serta menurut ambisi pribadinya. Tanpa mau memikirkan bagaimana bisa berbuat dan mempersembahkan yang terbaik bagi orang lain apalagi untuk agama dan bangsa ini yang membutuhkan manusia - manusia berkualitas ,tangguh dan tabah dengan ujian serta musibah yang silih berganti menimpa bumi kita.
Menambah Daya Kreatif dan Inovasi
Hal- hal positif yang dapat mempengaruhi daya kreatif dan inovasi seseorang di era globalisasi:
1. Banyak membaca dan menulis .
Milikilah perpustakan pribadi di rumah, walaupun banyak membutuhkan biaya tapi yakinlah bahwa memiliki dan membaca buku banyak faedah dan manfaatnya. Sehingga tiada hari tanpa membaca .
2. Banyak diskusi dan bertanya.
Cari dan miliki teman dari perbagai disiplin keilmuan,banyak bergaul dengan mereka . Ajak mereka untuk berdialog tentang suatu permasalahan yang sesuai dengan bidang yang mereka kuasai, Sehingga anda mendapat nilai -nilai baru dan unggul dari mereka. Terus dapatkan dan cari masukan pada hal-hal yang berguna bagi perbendaharaan ide-ide yang sedang dirintis dan anda cita-citakan.
3. Banyak studi banding .
Dengan mengunjungi tempat-tempat baru untuk menambah wawasan dan inspirasi baru. Dengan mangikuti seminar,Pelatihan ataupun kajian sebagai sarana pembelajaran. Inspirasi penting bagi menemukan dan membuka visi baru yang lebih mapan dan mantap.
4. Banyak merenung (tafakur ).
Bangun ditengah malam lalu berwudhu , basuhlah anggota badan sesuai dengan tatacara berwudhu yang benar, sholat dan dzikir serta berdo`a agar memperoleh pengampunan dari dosa-dosa yang bisa menutup mata hati kita. Berdo`alah agar mendapat petunjuk menemukan jati diri yang hilang , sehingga terbuka pikiran kita untuk menggali ide-ide dan inspirasi yang masih ghoib karena kita tak pernah mencari dan meminta dengan sepenuh hati kepada Sang Maha Pencipta. Apa yang kita inginkan harus sesuai dengan pola berpikir dan perbuatan sehari- hari tidak bertolak belakang dengan hukum-hukum ILAHI.
Prinsip- Prinsip Melayani
Prinsip yang perlu diterapkan ketika seseorang menjadi pengusaha terutama dalam masalah pelayanan terhadap mum atau public, yang sangat sensitif karena menyangkut karakter dan perwatakan makhluk sosial yang beraneka ragam. Prinsip- prinsip melayani tersebut antara lain :
1. Harus ada rasa cinta dan semangat untuk melayani . memunculkan nilai-nilai kemanusiaan sehingga orang yang kita layani puas dan suatu saat membutuhkan kita kita lagi , tanpa kita sadari telah membentuk pelanggan yang pada akhirnya menguntungkan usaha.
2. Memberi dahulu dan anda akan menerima. orang yang mendapat pelayanan baik tentu akan mengingat kepuasan tersebut , kemudian ia akan memberi timbal balik yang lebih karena kepuasan pelayanan.taau dengan istilah ROSE ( Return On Service Excellent ).
3. Mengerti orang lain dulu sebelum anda melayani . kita pahami dulu karakter seseorang sambil kita beri pengertian tentang barang- barang atau jasa yang kita tawarkan.
4. Bahagiakan dan beri kepuasan orang lain dulu kelak akan menerima kebahagian dan kepuasan yang diharapkan.
5. Menghargai orang lain dulu sebagaimana anda ingin dihargai.
6. Lakukan empati yang sangat mendalam dan tumbuhkan sinergi . Sehingga akan berkesan dan membekas pada pikiran orang yang kita layani.
Kamis, 16 April 2009
Sepuluh Kiat mengatasi masalah :
1. Hadapilah setiap masalah yang datang dengan penuh keberanian. Hindari kebiasan melarikan diri dari masalah karena itu hanya mendidik anda menjadi penakut dan pengecut.ingatlah bahwa masalah adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan.hanya orang yg sudah bersembunyi di balik batu nisanlah yg terbebas dari masalah kehidupan.
2. Bersikaplah tenang ketika menghadapi masalah. Jangan panik, emosional dan hilang kendali. Percalalah bahwa Tuhan sudah melengkapi anda dg kemampuan untuk menghadapi.
3. Percayalah bahwa untuk setiap masalah selalu ada jalan keluarnya. Tanamkan kepercayaan yang positif ini dalam-dalam, sehingga Anda tidak diliputi keraguan dan kebimbangan. Sikap ini tidak membuat masalah menjadi hilang, namun bisa membuat Anda lebih efektif dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.
4. Lihatlah masalah secara proporsional. Jangan biarkan pikiran negatif membuat masalah tampak lebih besar dan lebih menakutkan. Anggap saja masalah itu seperti sebuah gunung yang akan Anda taklukkan, Anda tidak perlu gentar pada kebesarannya dan ketinggiannya. Anda melihat sebagai suatu objek yang bisa Anda taklukkan meskipun harus melewati banyak rintangan.
5. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Misalnya, Anda akan dioperasi, tidak ada salahnya Anda mencari info tentang penyakit yang Anda derita itu sehingga Anda tidak gentar lagi dan langkah Anda mantap untuk menghadapinya.
6. Ketika menghadapi jalan buntu dan Anda merasa tidak bisa menyelesaikannya sendiri, tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain. Temuilah orang yang benar-benar tepat. Mungkin yang mau mendengarkan keluhan Anda, berbagi pengalaman atau yang dapat menunjukkan jalan keluar. Bila diperlukan Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog.
7. Sementara masalah Anda masih dalam proses menuju penyelesaian, bersabarlah. Banyak masalah yang perlu waktu cukup panjang untuk penyelesaiannya. “Kesabaran itu pahit, namun manis buahnya”.
8. Perhatikan diri Anda. Jangan terlalu hanyut dalam masalah sehingga diri Anda terabaikan. Peliharalah diri Anda dan lakukan aktifitas yang menyenangkan. Dengan kondisi yang baik, Anda akan lebih kuat dalam mengatasi masalah. Ingatkan selalu diri Anda bahwa masalah apapun yang Anda hadapi, Live still goes on, Kehidupan masih berjalan terus.
9. Ambil hikmah dari setiap masalah yang Anda hadapi. Meski berwajah buruk, masalah biasanya mengandung berkah terselubung, blessing in disguise. Jangan biarkan masalah atau krisis tanpa ada pelajaran berharga yang dipetik. Telah terbukti, masalah yang mereka alami telah mengubah hidup mereka menjadi lebih baik, lebih bikjak dan lebih berhasil.
10. Mengadulah kepada Tuhan sebagai sumber pertolongan. Ungkapkan masalah kepada-Nya sambil meminta kekeuatan dan Penunjuk-Nya. Berdo’alah, : “Tuhan, berilah aku kebernian untuk mengubah apa yang bisa diubah. Berilah aku ketabahan untuk menerima apa yang tidak bisa diubah. Dan berilah kebijakan untuk bisa membedakan keduanya”.
2. Bersikaplah tenang ketika menghadapi masalah. Jangan panik, emosional dan hilang kendali. Percalalah bahwa Tuhan sudah melengkapi anda dg kemampuan untuk menghadapi.
3. Percayalah bahwa untuk setiap masalah selalu ada jalan keluarnya. Tanamkan kepercayaan yang positif ini dalam-dalam, sehingga Anda tidak diliputi keraguan dan kebimbangan. Sikap ini tidak membuat masalah menjadi hilang, namun bisa membuat Anda lebih efektif dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.
4. Lihatlah masalah secara proporsional. Jangan biarkan pikiran negatif membuat masalah tampak lebih besar dan lebih menakutkan. Anggap saja masalah itu seperti sebuah gunung yang akan Anda taklukkan, Anda tidak perlu gentar pada kebesarannya dan ketinggiannya. Anda melihat sebagai suatu objek yang bisa Anda taklukkan meskipun harus melewati banyak rintangan.
5. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Misalnya, Anda akan dioperasi, tidak ada salahnya Anda mencari info tentang penyakit yang Anda derita itu sehingga Anda tidak gentar lagi dan langkah Anda mantap untuk menghadapinya.
6. Ketika menghadapi jalan buntu dan Anda merasa tidak bisa menyelesaikannya sendiri, tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain. Temuilah orang yang benar-benar tepat. Mungkin yang mau mendengarkan keluhan Anda, berbagi pengalaman atau yang dapat menunjukkan jalan keluar. Bila diperlukan Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog.
7. Sementara masalah Anda masih dalam proses menuju penyelesaian, bersabarlah. Banyak masalah yang perlu waktu cukup panjang untuk penyelesaiannya. “Kesabaran itu pahit, namun manis buahnya”.
8. Perhatikan diri Anda. Jangan terlalu hanyut dalam masalah sehingga diri Anda terabaikan. Peliharalah diri Anda dan lakukan aktifitas yang menyenangkan. Dengan kondisi yang baik, Anda akan lebih kuat dalam mengatasi masalah. Ingatkan selalu diri Anda bahwa masalah apapun yang Anda hadapi, Live still goes on, Kehidupan masih berjalan terus.
9. Ambil hikmah dari setiap masalah yang Anda hadapi. Meski berwajah buruk, masalah biasanya mengandung berkah terselubung, blessing in disguise. Jangan biarkan masalah atau krisis tanpa ada pelajaran berharga yang dipetik. Telah terbukti, masalah yang mereka alami telah mengubah hidup mereka menjadi lebih baik, lebih bikjak dan lebih berhasil.
10. Mengadulah kepada Tuhan sebagai sumber pertolongan. Ungkapkan masalah kepada-Nya sambil meminta kekeuatan dan Penunjuk-Nya. Berdo’alah, : “Tuhan, berilah aku kebernian untuk mengubah apa yang bisa diubah. Berilah aku ketabahan untuk menerima apa yang tidak bisa diubah. Dan berilah kebijakan untuk bisa membedakan keduanya”.
Menggali tambang emas yang terpendam :
1. Sadarilah bahwa Anda dikarunia oleh Tuhan satu atau lebih talenta, bakat atau kemampuan khusus atau apapun namanya adalah sebuah tambang emas yang mesti digali. Tambang emas itu tidak saja memperkaya hidup Anda tetapi juga berdampak pada orang lain. Misalnya, Anda mahir bermain musik, itu berarti berguna bagi Anda dan dapat menghibur orang lain.
2. Berkonsultasilah dengan Bakat yang Anda miliki.
Bila Anda kesulitan menemukan bakat Anda, tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang yang Anda percayai seperti sahabat, orang tua, guru bahkan tidak ada salahnya Anda berkonsultasi kepada psikiater tentang bakat yang Anda miliki.
3. Demontrasikan kemampuan Anda dihadapan orang lain. Ini tidak saja akan menentang Anda meningkatkan kualiatas Anda, tetapi juga bisa untuk mencari peluang agar kemampuan Anda berkembang.
4. Ujilah kemampuan Anda dengan mengikuti berbagai lomba. Yang penting bukan menang atau kalahnya tetap bisa memotivasi Anda untuk mempertajam kemampuan Anda dan mengenali titik kelemahan Anda. Ambil pelajaran yang berharga dari setiap kekalahan.
5. Tingkatkan kemampuan Anda seoptimal mungkin.
Bila Anda punya bakat menulis, belajarlah cara menulis yang baik, bacalah buku-buku mengenai teknik menulis dan kalau memungkinkanikutilah kursus menulis. Jangan puas menjadi penulis yang biasa-biasa saja kalau Anda punya potensi untuk menjadi penulis yang cemerlang, Jadilah profesi dalam bidang Anda.
6. Fokuskan perhatian Anda pada kemampuan khusus Anda.
Kalau Anda jago main billiard, tentu saja tidak ada salahnya Anda bisa berenang, tennis, atau olahraga yang lainnya. Namun sebaiknya Anda lebih fokus pada bakat Anda agar waktu dan kesempatan yang ada bisa dipergunakan lebih efektif.
7. Ideal sekali kalau pendidikan Anda sesuai dengan kemapuankhusus Anda dan kelak Anda pun bekerja pada bidang yang betul-betul Anda minati.
Bila Anda punya kemampuan bicara, mungkin Anda akan menikmati profesi Anda sebagai Pengacara atau penceramah. Namun ssma sekali tidak masalah kalau pendidikan dan pekerjaan Anda tidak sesuai dengan kemampuan khusus Anda. Toh, kita melihat ada doter yang menikmati hobi melukisnya.
8. Syukurlah karunia khusus yang Anda miliki.
Biarkan kemampuan khusus Anda membuat hidup Anda lebih berarti, lebih mnyenangkan dan lebih berguna bagi orang lain.
2. Berkonsultasilah dengan Bakat yang Anda miliki.
Bila Anda kesulitan menemukan bakat Anda, tidak ada salahnya Anda bertanya kepada orang yang Anda percayai seperti sahabat, orang tua, guru bahkan tidak ada salahnya Anda berkonsultasi kepada psikiater tentang bakat yang Anda miliki.
3. Demontrasikan kemampuan Anda dihadapan orang lain. Ini tidak saja akan menentang Anda meningkatkan kualiatas Anda, tetapi juga bisa untuk mencari peluang agar kemampuan Anda berkembang.
4. Ujilah kemampuan Anda dengan mengikuti berbagai lomba. Yang penting bukan menang atau kalahnya tetap bisa memotivasi Anda untuk mempertajam kemampuan Anda dan mengenali titik kelemahan Anda. Ambil pelajaran yang berharga dari setiap kekalahan.
5. Tingkatkan kemampuan Anda seoptimal mungkin.
Bila Anda punya bakat menulis, belajarlah cara menulis yang baik, bacalah buku-buku mengenai teknik menulis dan kalau memungkinkanikutilah kursus menulis. Jangan puas menjadi penulis yang biasa-biasa saja kalau Anda punya potensi untuk menjadi penulis yang cemerlang, Jadilah profesi dalam bidang Anda.
6. Fokuskan perhatian Anda pada kemampuan khusus Anda.
Kalau Anda jago main billiard, tentu saja tidak ada salahnya Anda bisa berenang, tennis, atau olahraga yang lainnya. Namun sebaiknya Anda lebih fokus pada bakat Anda agar waktu dan kesempatan yang ada bisa dipergunakan lebih efektif.
7. Ideal sekali kalau pendidikan Anda sesuai dengan kemapuankhusus Anda dan kelak Anda pun bekerja pada bidang yang betul-betul Anda minati.
Bila Anda punya kemampuan bicara, mungkin Anda akan menikmati profesi Anda sebagai Pengacara atau penceramah. Namun ssma sekali tidak masalah kalau pendidikan dan pekerjaan Anda tidak sesuai dengan kemampuan khusus Anda. Toh, kita melihat ada doter yang menikmati hobi melukisnya.
8. Syukurlah karunia khusus yang Anda miliki.
Biarkan kemampuan khusus Anda membuat hidup Anda lebih berarti, lebih mnyenangkan dan lebih berguna bagi orang lain.
Membangun sikap mental pantang menyerah :
1. Mengakui Kelemahan
Kalau Anda merasa punya kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama yang paling penting adalah mengakui kelemahan itu. Dengan menyadarinya Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.
2. Motivasilah diri Anda
Motivasilah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikan atlet yang berprestasi gemilang, artis yang berbakat cemerlang atau karyawan yang karirnya terus menanjak. Mereka umumnya memperjuangkan apa yang ingin diraihnya dengan daya yang optimal. Sebaliknya, orang-orang yang mudah menyerah, mudah frustasi dan mudah putus asa adalah orang-orang yang gagal.
3. Berpikirlah Anda akan Berhasil
Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yang Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli, orang yang optimis mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dibandingkan dengan orang yang pesimis. Mengapa? Karena keyakinan yang positif akan mempengaruhi mental dan fisik secara signifikan untuk mendapatkan apa yang diyakininya.
4. Arahkan Mata pada Tujuan
Arahkan mata Anda pada tujuan, bukan pada hambatan. Bila Anda memandang pada tujuan, maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya, bila Anda terfokus pada hambatan, Anda akan mudah kehabisan daya juang.
5. Beranilah mengambil resiko.
Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yang benar bukan seperti orang yang terjun bebas ke jurang, tapi setahap demi setahap dengan persiapan yang memadai. Kalau Anda tidak berani mengambil resiko, tentu saja Anda berada di tempat yang aman, namun Anda tidak akan berkembang.
6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian.
Anggaplah tantangan sebagai “Sparring Partner” yang akan membuat Anda semakin kuat, bukan sebagai raksasa yang menelan Anda. Semakin banyak tantangan, semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yang kuat.
7. Jangan terlalu cepat Mengambil keputusan
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha pertama Anda mengalami kegagalan. Belajarlah dari kegagalan agar usaha Anda berikutnya lebih bermutu. Dan kalau Anda mengalami kegagalan lagi pastikan kegagalan yang lebih bermutu dari kegagalan sebelumnya sehingga usaha Anda selanjutnya akan lebih bermutu lagi.
8. Teruslah berusaha.
Tidak ada yang lebih kuat untuk mendobrak rintangan-rintangan selain kegigihan. Ingatlah filosofi air yang bisa melubangi batu dengan terus menerus.
9. Imbangilah kegigihan Anda dengan pemikiran yang kreatif.
Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas, Anda tidak perlu membenturkan kepala untuk membuktikan bahwa Anda pantang menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaimana cara mengatasinya. Carilah jalur alternatif.
10. Jangan Terpengaruh oleh Kegagalan
Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang yang memotivasi Anda. Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan orang lain tanpa harus kita mengalaminya sendiri. Dengan cara itu Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yang sangat berharga.
Kalau Anda merasa punya kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama yang paling penting adalah mengakui kelemahan itu. Dengan menyadarinya Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.
2. Motivasilah diri Anda
Motivasilah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikan atlet yang berprestasi gemilang, artis yang berbakat cemerlang atau karyawan yang karirnya terus menanjak. Mereka umumnya memperjuangkan apa yang ingin diraihnya dengan daya yang optimal. Sebaliknya, orang-orang yang mudah menyerah, mudah frustasi dan mudah putus asa adalah orang-orang yang gagal.
3. Berpikirlah Anda akan Berhasil
Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yang Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli, orang yang optimis mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dibandingkan dengan orang yang pesimis. Mengapa? Karena keyakinan yang positif akan mempengaruhi mental dan fisik secara signifikan untuk mendapatkan apa yang diyakininya.
4. Arahkan Mata pada Tujuan
Arahkan mata Anda pada tujuan, bukan pada hambatan. Bila Anda memandang pada tujuan, maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya, bila Anda terfokus pada hambatan, Anda akan mudah kehabisan daya juang.
5. Beranilah mengambil resiko.
Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yang benar bukan seperti orang yang terjun bebas ke jurang, tapi setahap demi setahap dengan persiapan yang memadai. Kalau Anda tidak berani mengambil resiko, tentu saja Anda berada di tempat yang aman, namun Anda tidak akan berkembang.
6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian.
Anggaplah tantangan sebagai “Sparring Partner” yang akan membuat Anda semakin kuat, bukan sebagai raksasa yang menelan Anda. Semakin banyak tantangan, semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yang kuat.
7. Jangan terlalu cepat Mengambil keputusan
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha pertama Anda mengalami kegagalan. Belajarlah dari kegagalan agar usaha Anda berikutnya lebih bermutu. Dan kalau Anda mengalami kegagalan lagi pastikan kegagalan yang lebih bermutu dari kegagalan sebelumnya sehingga usaha Anda selanjutnya akan lebih bermutu lagi.
8. Teruslah berusaha.
Tidak ada yang lebih kuat untuk mendobrak rintangan-rintangan selain kegigihan. Ingatlah filosofi air yang bisa melubangi batu dengan terus menerus.
9. Imbangilah kegigihan Anda dengan pemikiran yang kreatif.
Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas, Anda tidak perlu membenturkan kepala untuk membuktikan bahwa Anda pantang menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaimana cara mengatasinya. Carilah jalur alternatif.
10. Jangan Terpengaruh oleh Kegagalan
Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang yang memotivasi Anda. Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan orang lain tanpa harus kita mengalaminya sendiri. Dengan cara itu Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yang sangat berharga.
Sepuluh Kiat menjadi sahabat yang baik :
1. Bersikaplah terbuka.
Keterbukaan tidak saja akan membuat sahabat Anda lebih mengenal Anda , tapi Anda juga akan lebih mengenal diri sendiri. Ungkapkanlah perasaan-perasaan, keinginan dan harapan-harapan Anda. Hanya dalam keterbukaan, Anda bisa bicara dari hati ke hati, dan itu sangat pentingbagi keintiman persahabatan.
2. Ciptakanlah keseimbangan antara memberi dan menerima.
Anda tidak cukup hanya berperan sebagai pemberitanpa menerima atau hanya sebagai penerima tanpa memberi. Hal ini menyangkut aspek yang luas, termasuk berbagai kegembiraan dan kesedihan.
3. Terimalah sahabat Anda sebagaimana adanya. Jadilah sahabatnya tanpa menuntutnya berubahsesuai keinginan Anda. Mungkin dia terlalu cerewet, agak cuek, sangat sensitif atau matre. Dia memang tidak sempurnadan mungkin sering melakukan hal-halyang Anda tidak sukai. Namun jangan lupa, Andapun tidak luput dari kelemahan dan kekurangan.
4. Bila sahabat Anda mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulanya, ingatkanlah dia pada waktu yang tepat. Barangkali selama ini dia tidak menyadari atau belum pernah ada seorangpun yang mengkritiknya. Kalau diperlukan, berilah saran dan biarkan dia berubah sedikit demi sedikit. Supaya fair, boleh juga Anda memintanya mengkritik Anda.
5. Bermurahhatilah.
Ulurkan tangan ketika dia memerlukan bantuan, hiburlah ketika dia sedang sedih, dengarkanlah ketika diamencurahkan isi hatinya,temanilah ketika dia mengalami masa-masa sulit, doronglah semangatnya, dan sebagainya.
6. Berilah perhatian.
Meskipun dia tanpak tidak membutuhkannya. Jangan melupakan hari-hari istimewanya, bawakan oeh-oleh ketika Anda pulang dari luar kota, pujilah potongan rambutnya yang bagus, tanyakan kabar keluarganya, dsb.
7. Bersikaplah penuh toleransi.
Tidak ada masaalah bila Anda berbeda dengan sahabat Anda, baikagama,suku ,prinsip atau kebiasaan. Semua itui bisa memperkaya persahabatan bila kedua belah pihakmau saling menghargai. Dan semakin baik toleransi Anda, maka akan semakin matang kemampuan Anda bersosialisasi.
8. Hargailah sahabat Anda sebagai seorang pribadi yang punya harga diri.
Meskipun hubunhgan sudah sangat akrab, dia masih bisa tersinggungdengan sikap dan ucapan Anda. Hatinya bisa terluka bila dihina,dikecam atau dipermalukan,meskipun dalam konteks bercanda.
9. Hormatilah privasi sahabat Anda.
Bila dia menceritakan suatu rahasia, jangan membocorkanya karena itu mengkhianati kepercayaanya. Ketika dia sedang ingin sendiri, jangan membuka buku harian, tas atau dompet miliknya tanpa ijin, dsb.
10. Bila terjadi konflik, selesaikanlah segera. Mulailah mengambil inisiatif untuk menyelesaikanya. Jangan menunda-nunda apalagi bersikap seakan-akan tidak ada masalah. Meskipun konflik bisa mengganggu hubungan persahabatan, namun bila diselesaikan dengan baik bisa membuat hubungan menjadi intim dan akrab.
Keterbukaan tidak saja akan membuat sahabat Anda lebih mengenal Anda , tapi Anda juga akan lebih mengenal diri sendiri. Ungkapkanlah perasaan-perasaan, keinginan dan harapan-harapan Anda. Hanya dalam keterbukaan, Anda bisa bicara dari hati ke hati, dan itu sangat pentingbagi keintiman persahabatan.
2. Ciptakanlah keseimbangan antara memberi dan menerima.
Anda tidak cukup hanya berperan sebagai pemberitanpa menerima atau hanya sebagai penerima tanpa memberi. Hal ini menyangkut aspek yang luas, termasuk berbagai kegembiraan dan kesedihan.
3. Terimalah sahabat Anda sebagaimana adanya. Jadilah sahabatnya tanpa menuntutnya berubahsesuai keinginan Anda. Mungkin dia terlalu cerewet, agak cuek, sangat sensitif atau matre. Dia memang tidak sempurnadan mungkin sering melakukan hal-halyang Anda tidak sukai. Namun jangan lupa, Andapun tidak luput dari kelemahan dan kekurangan.
4. Bila sahabat Anda mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai orang lain dan bisa menghambat pergaulanya, ingatkanlah dia pada waktu yang tepat. Barangkali selama ini dia tidak menyadari atau belum pernah ada seorangpun yang mengkritiknya. Kalau diperlukan, berilah saran dan biarkan dia berubah sedikit demi sedikit. Supaya fair, boleh juga Anda memintanya mengkritik Anda.
5. Bermurahhatilah.
Ulurkan tangan ketika dia memerlukan bantuan, hiburlah ketika dia sedang sedih, dengarkanlah ketika diamencurahkan isi hatinya,temanilah ketika dia mengalami masa-masa sulit, doronglah semangatnya, dan sebagainya.
6. Berilah perhatian.
Meskipun dia tanpak tidak membutuhkannya. Jangan melupakan hari-hari istimewanya, bawakan oeh-oleh ketika Anda pulang dari luar kota, pujilah potongan rambutnya yang bagus, tanyakan kabar keluarganya, dsb.
7. Bersikaplah penuh toleransi.
Tidak ada masaalah bila Anda berbeda dengan sahabat Anda, baikagama,suku ,prinsip atau kebiasaan. Semua itui bisa memperkaya persahabatan bila kedua belah pihakmau saling menghargai. Dan semakin baik toleransi Anda, maka akan semakin matang kemampuan Anda bersosialisasi.
8. Hargailah sahabat Anda sebagai seorang pribadi yang punya harga diri.
Meskipun hubunhgan sudah sangat akrab, dia masih bisa tersinggungdengan sikap dan ucapan Anda. Hatinya bisa terluka bila dihina,dikecam atau dipermalukan,meskipun dalam konteks bercanda.
9. Hormatilah privasi sahabat Anda.
Bila dia menceritakan suatu rahasia, jangan membocorkanya karena itu mengkhianati kepercayaanya. Ketika dia sedang ingin sendiri, jangan membuka buku harian, tas atau dompet miliknya tanpa ijin, dsb.
10. Bila terjadi konflik, selesaikanlah segera. Mulailah mengambil inisiatif untuk menyelesaikanya. Jangan menunda-nunda apalagi bersikap seakan-akan tidak ada masalah. Meskipun konflik bisa mengganggu hubungan persahabatan, namun bila diselesaikan dengan baik bisa membuat hubungan menjadi intim dan akrab.
Langganan:
Postingan (Atom)
