Rabu, 19 November 2014
Senin, 17 November 2014
Seorang Wanita dan Seorang Atheis
Ada seorang wanita Kristen yang tinggal di sebelah rumah seorang yang atheis. Setiap hari, ketika wanita itu berdoa, pria atheis itu selalu mendengarnya. Ia berpikir, "Wanita itu gila, berdoa setiap saat... Apakah dia tahu kalau Tuhan itu tidak ada?"
Setiap kali wanita itu berdoa, pria itu langsung bergegas ke rumah wanita itu dan melecehkan keyakinan wanita itu, dan berkata. "Hei, Nona!! Mengapa kau berdoa setiap waktu? Sadarkah kamu bahwa Tuhan itu tidak ada?" Tetapi wanita itu terus melanjutkan doanya.
Suatu hari, wanita itu kehabisan bahan makanan. Seperti biasanya, ia berdoa kepada Tuhan menjelaskan keadaannya dan berterima kasih kepada Tuhan atas apa yang akan Tuhan lakukan. Dan seperti biasanya juga, atheis itu mendengar doa wanita itu dan lagi-lagi ia jengkel, "Ummm, Awas dia nanti!!!!"
Maka pria itu pergi ke pasar membeli bermacam-macam bahan makanan dan membawanya ke rumah wanita itu, meninggalkannya di depan pintu, kemudian membunyikan bel, lalu bersembunyi di belakang semak-semak untuk melihat apa yang akan wanita itu lakukan.
Ketika wanita itu membuka pintunya dan melihat bahan maka
... baca selengkapnya di Seorang Wanita dan Seorang Atheis - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 15 November 2014
Sabtu, 08 November 2014
Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
DEBUR OMBAK memecah di pantai dan memukul lamping batu-batu karang terdengar abadi di udara pagi yang segar cerah. Kira-kira lima ratus tombak dari pantai tampaklah berdiri sebuah bangunan besar dikelilingi tembok tinggi sepuluh tombak. Baik-bangunan maupun temboknya seluruhnya berwarna merah.
Di daerah pantai seperti itu biasanya hampir tak pernah ditumbuhi pohon-pohon lain selain pohon kelapa. Namun adalah satu kenyataan aneh karena di Iuar tembok yang mengelilingi bangunan besar tadi tumbuh berkeliling dua puluh satu pohon beringir raksasa. Bila angin bertiup dari laut, daun-daun pohon beringin bergemerisik keras, akarakar gantungnya bergoyang-goyang deras. Semua ini menimbulkan suasana yang menyeramkan. Di samping itu, setiap angin bertiup maka menebarlah bau busuk dan anyir dari jurusan bangunan berwarna merah itu.
Bila seseorang mendekati tembok dan bangunan di tepi pantai sunyi itu, pastilah dia akan terkejut dan berdiri
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 07 November 2014
Jumat, 31 Oktober 2014
Wiro Sableng #11 : Raja Rencong Dari Utara
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
DISAMPING BUKIT KARANG YANG curam itu terletak sebuah bangunan batu yang dikelilingi tembok setinggi sepuluh tombak. Diluar tembok berderet-deret barisan pohon kelapa yang daunnya melambai-lambai ditiup angin laut. Bangunan yang terletak didekat pantai ini terdiri dari sebuah rumah besar yang pada kedua ujungnya terdapat sebuah bangunan bertingkat berbentuk menara.
Bangunan ini adalah sebuah pesantren yang dipimpin oleh seorang Kyai bernama Suhudilah. Karena itulah pesantren ini dinamakan Pesantren Suhudilah.
Disamping ilmu agama Kyai Suhudilah juga mengajarkan ilmu silat dan ilmu kesaktian kepada murid muridnya. Karena Kyai Suhudilah lama sekali bermukim di Turki, maka jurus jurus ilmu silatnya banyak dipengaruhi oleh jurus jurus silat Turki. Dengan sendirinya ilmu silat tersebut disamping aneh juga hebat sekali. Pada masa itu nama Pesantren Suhudilah telah terkenal didelapan penjuru angin Pulau Andalas bahkan juga sampai sampai ketanah Jawa.
Saat itu telah rembang petang. Satu dua jam dimuka sang surya segera akan tenggelam, kembali masuk keperaduannya dan baru akan muncul lagi esok pagi. Dibawah menara timur kelihatan dua orang berjubah. Keduanya sama sama tua dan sama sama berjanggut putih. Mereka sedang asyik bermain dam. Yang seorang menyodorkan buah damnya kedepan membuat satu perangkap yang tak bisa dihindarkan oleh lawannya.
"Celaka!" kata laki laki tua yang kena dijebak sambil menepuk keningnya. Buah dam yang disodorkan lawannya mau tak mau harus dimakannya dan akibatnya dia akan kehilangan empat biji dam sekaligus!
Lawannya tertawa mengekeh sambil mengelus-elus janggutnya yang putih.
"Mana bisa kau mau mengalahkan aku lagi", katanya, "tadi kuberi kau menang
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #11 : Raja Rencong Dari Utara - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
